banner 468x60

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian. Agar Seluruh Masyarakat Indonesia, khususnya Papua Selalu Memfilter Berita-Berita

 HANKAM
banner 468x60

Kandang Menjangan News, –Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian menyebut, ada kelompok yang sengaja memanfaatkan momentum kerusuhan Papua, Kelompok tersebut disebutnya memiliki kepentingan tertentu dengan cara menyebarkan kebencian, Demikian disampaikan Hinsa Siburian Kantor BSSN, Jl Harsono RM, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

Hinsa menyatakan, hal itu diketahui setelah pihaknya mengamati kondisi Papua bersama Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) usai kunjungan ke Papua.

“Ada kelompok-kelompok yang mendramatisir, membuat dan menambah hoax-hoax. Tujuannya untuk menimbulkan kemarahan dan prasangka masyarakat Papua,” kata Hinsa.

Berdasarkan pengamatan pihaknya, kelompok tersebut berusaha memperkeruh situasi melalui konten dan berita yang menimbulkan kemarahan masyarakat.

Ada dua serangan yang dilancarkan melalui siber yang ia maksud, yakni fisik dan nonfisik.

Kerusuhan di Bumi Cendrawasih, lanjutnya, merupakan bagian dari serangan nonfisik dengan cara penyebaran kebencian.

“Sasarannya hati dan pikiran orang, mindset yang dimanipulasi dengan berita-berita sedemikian rupa dibuat sesuai tujuannya,” tuturnya.

“Kalau tujuannya untuk menimbulkan rasa kebencian, kemarahan, maka kontaknya disesuaikan,” jelasnya.

Pihaknya mengakui, sebaran konten dimaksud juga cukup masif dan tersebar.

“Khusus masalah Papua memang saya lihat sangat nyata dari hasil monitor ada kelompok-kelompok tertentu memanfaatkan insiden yang ada di Surabaya maupun di Malang,” ungkapnya.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian. 
Atas dasar itu, Hinsa berharap agar seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Papua selalu memfilter berita-berita yang dapat dipercaya.

“Saya harapkan jangan terlalu cepat percaya,” imbaunya.

Menurutnya, saat ini, semua orang bisa memproduksi berita.

“Di era sekarang siapapun bisa membuat berita, sekarang kan mereka mengalahkan wartawan,” pungkasnya.

 

Editor: 42

Sumber: RMOL

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply