banner 468x60

Pratu DAT Pemasok Senjata Dan Amunisi KKB Papua Dijerat Hukuman Mati

 HANKAM
banner 468x60

Kandang Menjangan News, -Oknum TNI AD Pratu DAT Penyuplai Senjata ke KKB Papua saat ini di tahan di POM DAM Cendrawasih, Anggota Kodim 1710/Mimika Pratu DAT dalam masalah besar.

Pratu DAT terbukti menyuplai ratusan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Selain Pratu DAT, dua rekannya oknum TNI AD juga ditangkap.

Pratu DAT oknum TNI AD bersama dua oknum TNI terbukti sebagai penyuplai senjata ke KKB Papua ditangkap (istimewa)
Bagaimana kronologi kejahatan ini terungkap?

Saat ini, status Pratu DAT ditetapkan sebagai tersangka dan Pratu DAT terancam hukuman mati lantaran terbukti menjual ratusan amunisi ke KKB.

melansir Kompas.com, oknum prajurit TNI AD Pratu DAT anggota Kodim 1710/Mimika, menjadi tersangka penjualan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kini Pratu DAT ditahan di Pomdam XVII/Cenderawasih Jayapura.

Diketahui Pratu DAT ditangkap di Sorong Papua Barat, pada 4 Agustus 2019, setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama 2 minggu.

“Pratu DAT, yang merupakan salah satu DPO, karena terindikasi keterlibatannya dalam jual beli amunisi,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto, melalui rilis, Selasa (6/08/2019).

Pratu DAT oknum TNI AD bersama dua oknum TNI terbukti sebagai penyuplai senjata ke KKB Papua ditangkap

BEko mengatakan, tindakan Pratu DAT ini telah membuat citra negatif bagi institusi TNI AD, khususnya Kodam XVII/Cenderawasih.

Proses hukum terhadap tersangka dipastikannya akan berjalan, tidak hanya dari sisi hukum militer, tetapi hukum pidana umum.

“Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan, sesuai UU Darurat No 12 Tahun 51, Pratu DAT dapat dikenai sanksi hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun,” kata dia.

Pratu DAT, sambung Eko, juga terancam dipecat dari keanggotaan sebagai prajurit TNI AD.

Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Dansubdenpom) XVII Cenderawasih, Ltt CPM Mukmin angkat bicara.

Diketahui Pratu DAT bersama dua rekannya, Pratu O dan Pratu M, terancam hukuman pemecetan, lantaran melakukan tindakan menjual amunisi kepada KKB.

“Tidak ada ampun, mereka akan ditindak secara militer dan akan dilakukan pemecatan,” kata dia.

Ketiga oknum TNI tersebut menjadi tersangka menjual ratusan amunisi kepada tiga orang yang baru saja diamankan oleh Satgas Nemangkawi.

Mereka diamankan di Jalan Cenderawasih Depan Diana Shooping Center, Kabupaten Mimika, saat hendak memasok amunisi kepada KKB, Juli lalu.

Proses penangkapan tersangka DAT dimulai sejak pukul 02.15 WIT.

Saat itu, tim Gabungan melaksanakan pengendapan dan pengintaian terhadap DPO di sebuah rumah Jalan Jenderal A Yani KM 8 Melati Raya Kompleks, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong.

Setelah menerima informasi dari sumber tertutup, pukul 08.02 WIT, DPO ditangkap ketika sedang mengikuti acara kedukaan.

Dari Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan di Makodim 1802/Sorong, diperoleh keterangan bahwa DAT pada 24 Juli 2019 menggunakan kapal perintis dari Kabupaten Mimika menuju Kabupaten Dobo.

Selanjutnya menginap selama 2 hari di Kompleks Kerangpante.

Kemudian, pada 29 Juli 2019, Pratu DAT menggunakan KM Tidar dari Dobo menuju ke Kota Sorong dan tiba pada 1 Agustus 2019.

Selama berada di Sorong, DAT menginap di beberapa tempat secara berpindah-pindah.

Ia menginap selama 1 malam di Arteri, kemudian pukul 23.00 WIT berpindah ke rumah rekannya Neken, sampai akhirnya Pratu DAT ditangkap dan diamankan pada pukul 08.02 WIT.

Siang ini, Pratu DAT sudah diterbangkan dari Sorong ke Jayapura dan kini telah berada di Pomdam XVII/Cenderawasih.

Ternyata Pimpinan KKB Papua Masih Remaja

Dikenal sebagai pimpinan sekaligus otak di balik serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, Egianus Kogoya telah menorehkan sejumlah catatan kriminal

Korban serangan KKB Papua di bawah pimpinan Egianus Kogoya ini tak hanya TNI, tapi juga masyarakat sipil

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel ‘7 Catatan Kriminal Kelompok Separatis Pimpinan Egianus Kogoya di Nduga’, berikut sejumlah catatan kriminal Egianus Kogoya.

Editor: Seargent Ay

Sumber: Kompas.com

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply