banner 468x60

Sempat Dilarang Rusia Tetap Produksi Versi Baru Rudal Warisan Uni Soviet

 INTERNASIONAL
banner 468x60

Kandang Menjangan News – Dalam babak baru Rusia dan Amerika Serikat (AS) perlombaan peluru kendali (rudal) sejak Presiden Donald Trump menarik AS dari perjanjian pembatasan rudal balistik jarak menengah antara keduanya.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis, 5 September 2019, mengungkap akan memproduksi rudal yang dilarang pada era perang dingin.

Dikutip dari reuters.com, Putin dalam pernyataannya meyakinkan rudal-rudal yang hendak diproduksinya itu tidak akan dikerahkan, kecuali Amerika Serikat melakukannya lebih dulu. Rusia saat ini prihatin dengan ucapan Amerika Serikat yang berencana mengerahkan rudal-rudalnya ke Jepang dan Korea Selatan karena pengerahan rudal-rudal itu ke sana akan melewati teritorial Rusia.

Washington menarik diri dari pakta pengendalian senjata nuklir jarak jauh atau INF pada bulan lalu setelah menuding Rusia menciderai perjanjian itu. Tuduhan Amerika Serikat itu dibantah Moskow.

Situs thesun.co.uk mewartakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggambarkan program pengerahan rudal oleh Rusia adalah ancaman langsung kepada sekutu-sekutu Amerika Serikat dan pasukan militernya di luar negeri. Keputusannya untuk menarik diri dari pakta pengendalian senjata nuklir dengan Rusia akan urung dilakukan kecuali Moskow menghancurkan senjata-senjatanya yang dilarang dalam pakta tersebut.

“Sekutu-sekutu di NATO mendukung kami dan memahami ancaman yang dilancarkan oleh Rusia. Kami tidak bisa hanya menjadi negara di dunia yang terikat dengan pakta ini. Rusia menciderainya (pakta),” kata Presiden Trump.

Baca Juga:  Coba Evakuasi 12 Pemain Sepakbola, Mantan Pasukan Elit AL Thailand Tewas Saat Berusaha Masuk Gua

Dengan keluarnya Amerika Serikat dari pakta tersebut, maka negara itu bisa mengerahkan rudal-rudal nuklir lintas benua terbaru, bahkan menempatkannya di depan pintu rumah Presiden Putin. Saat yang sama, Washington pun menyuarakan kekhawatiran kalau Cina sedang mengerahkan sejumlah besar rudal-rudalnya ke kawasan Asia.

 

Editor : 42

Sumber : Militermeter

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply