banner 468x60

44 orang Putra Daerah Asli Papua Dari 21 Suku Ikut Sidang Pemilihan Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) Sub Pan Pus

 MILITER
banner 468x60

(Foto Ilustrasi Seleksi Calon Bintara TNI AD)

Kandang Menjangan News, -Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau melakukan pengecekan dan penilaian langsung terhadap 44 orang Putra Daerah Asli Papua dalam Sidang Pemilihan Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) Pedalaman TNI AD Tahun Anggaran (TA) 2019, Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Kodam XIII/Kasuari, di Aula Markas Kodam (Makodam), Manokwari, Papua Barat. Senin (26/8/2019)

Usai melakukan pengecekan tersebut, Onesimus menyampaikan pesan kepada para anggota panitia seleksi tersebut.

“Kita membuka pendaftaran itu seperti yang sekarang, kalau bisa kita yang rekrut langsung. Nanti mungkin kita evaluasi lagi, mana kategori daerah-daerah pedalaman, kemudian diambil, terus kita seleksi,” kata Onesimus dalam keterangan resmi Penerangan Kodam XVIII Kasuari.

Para calon prajurit TNI AD itu berasal dari beberapa wilayah kabupaten di Provinsi Papua Barat, yang merupakan wilayah teritorial Kodam XVIII/Kasuari, yakni 18 pemuda pedalaman dari Kabupaten Manokwari (Bintuni, Pegaf, Saokorem, Tambraw, Wondama, dan Warmare); 16 orang dari Kabupaten Sorong (Inanwatan, Kokoda, Raja Ampat, dan Tambraw); 6 orang dari Kabupaten Kaimana (Yamor dan Teluk Etna); dan 4 orang putra daerah dari pedalaman di Kabupaten Fakfak.

Onesimus mengatakan, hasil evaluasi yang dilakukan Kodam XVIII/Kasuari nantinya, akan lebih tepat lagi dalam menjaring putra-putra daerah asli Papua yang ingin menjadi Prajurit TNI AD, yang benar-benar berasal dari pedalaman Papua Barat.

Menurut Onesimus putra daerah dari pedalaman Papua Barat yang akan dicari, diseleksi, dan dijadikan Prajurit TNI AD berlevel kepangkatan Bintara yang menyandang pangkat Sersan sebagaimana seleksi Caba PK Pedalaman TNI AD 2019 harus benar-benar orang dari pedalaman, dengan segala kekurangan, kesulitan, dan keterbatasannya.

“Jadi daerah pedalaman itu daerah-daerah terpencil, termasuk pulau-pulau terluar, dari segi sekolah susah dan segala macamnya susah. Pedalaman berarti harus mencari orang pedalaman. Kalau orang pedalaman itu, semuanya kurang dan dengan segala keterbatasan itu maksudnya orang yang betul-betul pedalaman dari tempat domilisinya itu sulit,” kata Onesimus.

Para calon peserta Caba PK Pedalaman tersebut berasal dari berbagai suku di Provinsi Papua Barat, yakni dari Suku Arfak, Betew, Biak, Imeko, Kafdarun, Kamoro, Karas, Karon, Kuri, Matbat, Maya, Meire, May, Moskona, Mpur, Napiti, Raja Ampat, Sebyar, Umkui, Werba, dan Wondama.

Dari 44 pemuda calon peserta Caba PK Pedalaman TA. 2019 ini, 34 orang berijazah SMA dan 10 tamatan SMK.

Calon peserta yang lolos seleksi akan diumumkan pada 27 Agustus 2019 mendatang.

Sidang Pemilihan Caba PK Pedalaman TNI AD TA 2019 dilakukan oleh Sub Panpus Kodam XIII/Kasuari, dihadiri Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Dedi Sambowo, Kepala Tim (Katim) Psikologi dari Direktorat Psikologi Angkatan Darat (Ditpsiad) Kolonel Caj Ardi Sutopo, Katim Pengawasan Kolonel Inf Pribadi Jatmiko, Asintel Kasdam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Wahyu Handoyo, Aspers Kolonel Inf Dec Jerry Simanungkalit, Kepala Ajudan Jenderal Kodam (Kaajendam), Kepala Jasmani Kodam (Kajasdam), dan Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) XVIII/Kasuari.

Editor: 42

Sumber: Tribunnews

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply