banner 468x60

Armed TNI AD Bisa Ratakan Sasaran Seluas 1 Hektar

 MILITER
banner 468x60

Kandang Menjangan News – Artillery, King of Battle, julukan ini disematkan bagi satuan TNI AD korps Artileri karena perannya dalam pertempuran.

Pasalnya sebelum adanya Kavaleri lapis baja, satuan Artileri menjadi primadona dalam pertempuran.

Kini daya gebuk Artileri semakin menggila, lebih fleksibel, mobilitas tinggi dan efektif.

Mengutip tniad.mil.id, Sabtu (31/8/2019) beberapa tahun silam, satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD menerima Multiple Launch Rocket System (MLRS) ASTROS (Artillery Saturation Rocket System) dari Avibras, Brasil.

Kedatangan peluncur roket multi laras ini menambah kemampuan Armed TNI AD dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Sebelum kedatangan MLRS Astros, satuan Armed TNI AD seolah-olah terkekang pada tupoksi mendukung berbagai gerak manuver dengan memberikan bantuan tembakan.

Namun ketika Astros datang, kemampuan Armed TNI AD mengalami upgrade dimana sebagai bantuan tembakan menjadi penghancur sasaran secara mandiri atau istilahnya Artillery Strike.

Saat ini satuan Armed Roket ASTROS yang ada di Indonesia adalah Yonarmed-10/Kostrad dan Yonarmed-1/Kostrad yang berkedudukan langsung di bawah Danmenarmed Kostrad.

Lantas seberapa mengerikan MLRS Astros TNI AD ini?

Mengutip tniad.mil.id, Astros mempunyai jenis roket SS-30, SS-40, SS-60, dan SS-80.

Keempat jenis roket itu mempunyai spesifikasi masing-masing yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Keempatnya menggunakan motor roket jenis double-base propellant.

Sedangkan kaliber terkecil dari Astros ialah 127mm (SS-30) bertabung 32 buah.

Roket SS-30 berhulu-ledak HE (High Explosive) memiliki panjang 3,9 meter dan berat 68 kg per unitnya.

Roket SS-30 ini mampu menjangkau sasaran sejauh 30 km.

SS-40, mempunyai jarak jangkau 15-35 km dengan berbagai jenis hulu ledak baik HE, cluster atau Dual Purpose 9DP).

SS-60 mempunyai jarak jangkau 20-60 km yang bisa mencapai sasaran di jarak 60 km hanya 117 detik usai diluncurkan.

SS-80 dengan jarak jangkau 90 km dan bisa dimuati senjata kimia mematikan untuk melakukan perang bio-kimia.

Sebenarnya masih ada SS-150 dengan jarak jangkau sejauh 150 km dan AV/MT-300 MT, daya jelajahnya bisa menjangkau 300 km.

Dalam uji penembakan tercatat MLRS Astros dapat meratakan sasarannya seluas 1 hektar area.

Saking dahsyatnya, mesin perang ini sudah digunakan di perang Iran-Irak, Perang Teluk, Perang Sipil Angola dan Perang Saudara di Yaman.

Penggunanya antara lain, Brasil, Angola, Bahrain, Irak, Qatar, Arab Saudi, Malaysia dan tentunya Indonesia.

Editor: 42

Sumber: Military today

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply