banner 468x60

Bajunya Mengalir Darah Dan Berjuang Sendiri Menggunakan Pisau Komando

 MILITER
banner 468x60

Kandang Menjangan News, –Menjadi Kisah inspirasi bagi Calon prajurit kopassus yang akan di gembleng di batujajar, kisah ini bukan hanya turun temurun dari senior kepada junior, ini kisah nyata bukan dongeng belaka keberanian seorang prajurit kopassus yang berjuang menyelamatkan nyawa teman teman saat berjuang melawan pemberontak Timor Timor Namanya SUPARLAN saat ini dijadikan nama Landasan Pacu di Pusdiklatpassus, Dinamakan demikian untuk mengenang kepahlawanan PRATU SUPARLAN yang gugur dalam tugas, diresmikan oleh Danjen Kopasus pada 1995 Mayjen Prabowo Subianto.

Kisahnya bermula ketika 1 Unit
gabungan berkekuatan 9 orang personil (4 Kopasus, 5 Kostrad) dibawah pimpinan Lettu Poniman Dasuki (Brigjen Purn.) melaksanakan Patroli di “Zona Z” pedalaman Timor yang mana terdapat sekitar 300 Tentara Fretelin disana, awalnya Tim Kopassus Kostrad ini ingin menyergap Pos Pengamatan Fretelin, dan setelah melumpuhkan Pos Pengematan Fretelin, namun tiba tiba dari berbagai arah muncul
pasukan Fretelin yang lebih besar, kontak senjata pun tak terhindarkan.

Pertempuran menjadi tidak berimbang karena kalah jumlah. Unit Gabungan terdesak hebat, dan personil satu demi satu berguguran sampai Sisa 5 personil yang bertahan mati-matian. Kalah jumlah, sisa unit gabungan mundur sehingga menghampiri bibir jurang sambil mencari kemungkinan meloloskan diri. Hanya ada satu celah untuk meloloskan diri, yaitu menuju celah bukit .
Komandan Unit memerintahkan sisa unit menuju ke celah tersebut, dan Pratu Suparlan di perintahkan paling depan, bukannya mendengarkan perintah, Pratu Suparlan mundur kebelakang tanpa mengindahkan perintah Dan Unitnya. 

“Komandan Bawa yang lainnya, saya akan berusaha menghambat!”
Disinilah Pratu Suparlan menunjukkan sifat kepahlawanannya, antara kehormatannya sebagai laki-laki,
Prajurit, Korps Baret Merah dan negaranya, Tanpa menghiraukan peringatan Dan Unitnya agar mundur, Pratu Suparlan
membuang senjatanya dan mengambil Minimi milik rekannya yang gugur. Pratu Suparlan berlari kearah datangnya Fretilin dan menyambutnya dengan siraman Minimi… Jatuh bangun terkena tembakan di tubuhnya,  Suparlan mengamuk seperti banteng (penuturan saksi mata Fretilin yang tertangkap) mengejar mereka hingga ke semak persembunyian fretelin. tidak terhitung berapa peluru yang sudah bersarang di badannya. baju PDL Pratu Suparlan berubah warna menjadi merah karena darah yang membanjiri tubuhnya. namun ia tak menyerah meski Pasukan komunis itu menjadikan bulan bulanan peluru, Pratu Suparlan menyerang hingga sampai kehabisan amunisi. Kondisinya mulai Lemas Karena kekurangan darah, dia mencabut pisau komandonya dan bertarung satu lawan satu.
Sepertinya Fretilin berniat mempermainkannya dengan tidak membunuhnya secara langsung. Suparlan bertarung mati-matian sendiri hanya berbekalkan pisau komandonya, sempat merobohkan 6 orang Fretilin, hingga tangannya tidak mampu lagi menggenggam pisau.

tibalah Pratu Suparlan pada ambang kesanggupanya, ia terduduk dan tak lagi mampu menggenggam pisau Kebangaan (Pisau Komando) ia kehabisan darah namun ia tak pernah habis akal maupun semangat, untuk membela ibu pertiwi dari rongrongan Pemberontak Fertelin (Komunis).

 

Saat Jatuh terduduk pasukan Fertelin (Komunis) segera mengerumuninya sampai disini siapa yang tak pernah mendengar kebiadaban Komunis, pasukan Fertelin itu memberikan sebuah tembakan di lehernya, setelah puluhan musuh mulai mendekatinya dan mengepungnya dengan sisa tenanga yang ada, ia Masukan tangan ke kantong celana dalam hitungan detik dicabutlah pin Granat yang ia bawa, lalu ia melompat ke arah kerumunan Fertelin yang ada didepanya Seraya berteriak “ALLAHU AKBAR”… Dentaman Keras membahana mengiringi robohnya puluhan prajurit Komunis bersama Seorang Prajurit kopassus pemberani  Bernama Prajurit Satu Suparlan.

Sementara itu sisa pasukan yang tinggal 5 Orang telah menguasai ketinggian di celah bukit melihat Gugurnya Pratu Suparlan dari atas bukit mereka menghujani peluru kearah Fertelin yang masih tersisa, jatuh korban dari kedua belah pihak, tak lama pasukan bantuan tiba dan segera memukul mundur Fertelin, ketika pertempuran yang berlangsung hingga malam  ini berhenti pasukan bantuan menemukan sisa prajurit yang gugur  dari kedua belah pihak, diantaranya 7 Orang Unit Pratu Suparlan, Jenazah Pratu Suparlan ditemukan dalam kondisi tidak utuh, Sedangkan dari fertelin kehilangan 83 Milisinya dan sisanya beberapa ditangkap.

 

Keberanian kecerdansan dan Baktinya Pratu Suparlan pada ibu Pertiwi membuat negara menganugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa Kepada Prajurit Satu Suparlan Dan Rekan rekan, tanda jasa Bintang Shakti pun diberikan kepada Kopda Suparlan pada 13 April 1987.

Nama Supralan Terpahat diatas batu Granit hitam Monumen Saroja, Di Kompleks Markas Besar TNI Cilangkap, Serta Diabadikan menjadi Sebuah Nama Landasan Pacu di Pusdiklatpassus Kopassus  Batujajar Bandung yang diresmikan Oleh Kasad Jendrat TNI Edi Sudrajat Pada 26 Mei 1991.

 

Setelah pertempuran sengit itu, Komandan Fertelin mengirimkan Surat kepada pasukan KOPASSANDHA yang Menjadi KOPASSUS Saat ini surat tersebut berisi tentang pernyataan Salut mereka atas keberanian dan perlawanan yang dilakukan oleh Prajurit Satu Suparlan. 

 

Editor: 42

Sumber: Majalah Baret Merah Edisi April 2014

 

 

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply