banner 468x60

M1 Garand Senapan Laras Panjang Yang Digenggam Pierre Tendean Di 30 September 1965

 MILITER
banner 468x60

Kandang Menjangan News – Meski tak sempat ditembakan, nama senapan semi otomatis ini turut menjadi fakta sejarah pada malam nahas 30 September 1965, persisnya M1 Garand adalah senapan laras panjang yang sempat digenggam Kapten TNI (Anumerta) Pierre Tenden saat berhadapan dengan anggota Pasukan Tjakrabirawa ketika keluar dari paviliun di kediaman Jenderal TNI AH Nasution. Seperti dituturkan dalam “Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi – Biografi Resmi Pierre Tendean,” kepungan rapat Tjakrabirawa tak memungkinkan Pierre melakukan perlawanan, hingga akhirnya Ia turut diculik ke Lubang Buaya.

M1 Garand sendiri merupakan nama yang tak asing didengar, lantaran senapan ini menjadi standar pasukan infanteri Amerika Serikat dalam Perang Dunia II, bahkan masih lanjut digunakan pada Perang Korea hingga Perang Vietnam. Debut M1 Garand bisa disandingkan sebagai salah satu senapan legendaris dunia, betapa tidak, populasi M1 Garand ditaksir melebihi 6 juta pucuk.

Meski tampilannya klasik, M1 Garand sudah mengadopsi pola kerja gas-operated rotating bolt. M1 Garand memang tak bisa melepaskan tembakan secara beruntun layaknya bren, namun penembakan dilakukan dalam pola single shot dalam satu kali kokang. Desain tempat amunisinya mengusung model internal magasin, wujudnya berupa clip yang berisi 8 peluru. Berbeda dengan senapan yang kita kenal saat ini, clip amunisi untuk M1 Garand dimasukan dari arah atas.

Pada saat peluru terakhir ditembakan, cartridge kosong akan ikut terlempar keluar dengan mengelurkan bunyi khas. Para serdadu menyebut bunyi ini dengan ‘ping’ karena memang suaranya yang mirip dengan logam yang berdenting. Karena nyaringnya bunyi ‘ping’ ini, penggunanya sempat dibuat kerepotan. Pasalnya, bunyi ini juga akan jadi penanda buat musuh kalau si serdadu sudah kehabisan amunisi.

Dari sisi kinerja, M1 Garand punya jarak tembak efektif 457 meter. Proyektil amunisi kaliber 7,62×63 mm ditaksir mampu melesat 853 meter per detik. Seorang serdadu yang terlatih dapat mengumbar 40-50 peluru dalam satu menit, tentunya bergantung pada kesiapan clip amunisi yang dimiliki sang serdadu.

M1 Garand dengan bayonet

Tanpa munisi, bobot M1 Garand mencapai 5,3 kg, senapan berpopor kayu ini punya panjang laras 609,6 mm dan panjang senjata keseluruhan 1.100 mm. Di tangan infanteri, M1 Garand populer dipasagkan sangkur (bayonet) pada ujung larasnya untuk melakukan duel langsung dengan lawan.

Dirunut dari sejarahnya, M1 Garand pertama mulai dikembangkan pada tahun 1920an oleh John Garand, seorang karyawan yang bekerja di Springfield Armory. Produksi senapan legendaris ini dimulai pada 1934 dan terakhir dibuat pada 1957.

Marinir AS dalam Perang Dunia II dengan M1 Garand

Dikutip dari wikipedia.org, selain pernah digunakan oleh satuan infateri TNI, M1 Garand juga pernah dipinjamkan pada Departemen Kehakiman RI khususnya Lembaga Pemasyarakatan pada era pemerintahan Presiden Soeharto. Namun sekitar awal tahun 2000 senjata ini ditarik kembali oleh TNI dari semua jajaran kantor Lembaga Pemasyarakatan.

Editor : 42

Sumber : Indomiliter

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply