banner 468x60

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Meminta Prajurit TNI AD Agar Mempertahankan Keahlian atau Kemampuan Perang Konvensional di Tengah era Teknologi Canggih Saat Ini

 MILITER
banner 468x60

(Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada saat menginjau Latihan antar kecabangan Di Baturaja)

Kandang Menjangan News, –Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada saat menginjau Latihan antar kecabangan meminta kepada seluruh prajurit TNI AD agar mempertahankan keahlian atau kemampuan perang konvensional di tengah era teknologi canggih saat ini.

Hal itu dikatakan Panglima saat menyaksikan langsung puncak Latihan Antar Kecabangan TNI AD Kartika Yudha 2019 di Puslatpur Kodiklat TNI AD Baturaja, Senin (19/08). Pada kunjungan tersebut Panglima didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dan pejabat tinggi TNI AD lainnya.

Menurut Panglima, saat ini dunia sudah memasuki perang generasi kelima, yakni perang siber. Bahkan Indonesia sendiri sekarang sudah melakukan regenerasi terhadap seluruh peralatan perangnya mulai dari tank, helikopter, pesawat tempur dan lain sebagainya. Bahkan seluruh peralatan tempur yang dimiliki Indonesia saat ini sudah canggih, karena semunya sudah dikendalikan oleh komputer.

Meski demikian, Panglima tetap mengingatkan seluruh prajurit TNI AD agar mempertahankan skill dalam perang konvensional baik perang kota maupun perang di hutan belantara.

“Jadi keduanya harus seimbang. Prajurit TNI AD mesti memiliki skill bertempur yang baik, serta wajib mengasah kemampuan agar pandai menggunakan peralatan tempur canggih. Sehingga apapun bentuk ancaman terhadap NKRI bisa dipatahkan dengan sempurna,” tegasnya.

Khusus puncak latihan di Baturaja sendiri, Panglima mengaku bangga dengan seluruh skill yang ditampilkan ribuan prajurit TNI AD. Sebab pasukan darat TNI ini mahir bertempur di segala medan baik di darat maupun udara. Para prajurit ini pun sigap bertempur di dalam hutan dan piawai menggunakan peralatan tempur canggih yang sudah dimiliki.

Komandan Kodiklat TNI AD Letjen TNI Anto Mukti Putranto selaku Komandan Latihan (Danlat) Ancab 2019 menambahkan, hari ini merupakan latihan puncak TNI AD untuk mensinergikan antar kecabangan TNI AD dan mempersiapkan Latihan Gabungan pada September 2019. Latihan ini dilaksanakan sejak 24 Juli hingga 21 Agustus 2019 dan puncaknya hari ini dengan Materi Dinamika Operasi Serangan.

“Lancab TNI AD Kartika Yudha 2019 ini melibatkan sekitar 5.000 prajurit baik sebagai penyelenggara, peserta dan pendukung,” tukasnya.

 

 

Editor: 42

Sumber: (gus) fornews

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply