banner 468x60

Eks Komandan Satgas Intel Kopassus Kolonel (Purn) Stefanus Gatot Purwanto Tutup Usia

 NASIONAL
banner 468x60

Kandang Menjangan News, –Beliau Adalah Kolonel (Purn) Stefanus Gatot Purwanto tutup usia pada umur 72 tahun kemarin, Senin, 12 Agustus 2019 anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Dia menjabat Komandan Satuan Tugas Intelijen ketika terjadi peristiwa Balibo di Timor-Timur pada 1975.

Gatot Purwanto meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, setelah dua tahun melawan tumor otak.  “Beberapa hari kemarin sudah tidak sadarkan diri, hingga nafas terakhir tadi malam,” kata putra almarhum, Nicolo Danar, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, hari ini, Selasa, 13 Agustus 2019.

Nicolo Danar menuturkan tumor otak itu menyebabkan daya tahan tubuh mantan prajurit Kopassus itu menurun sejak dua tahun terakhir. Gatot lalu mengalami komplikasi penyakit gula, infeksi kandung kemih, dan paru-paru.

Karir militer Gatot dimulai dan berakhir di Timor Leste. Dia adalah berada dalam operasi militer di Timor-Timur hingga menjadi Provinsi Indonesia ke-27 kala itu. Operasi Indonesia ke Timor Timur, kini negara berdaulat Timor Leste, dilaksanakan pada 1974-1975.

Gatot yang menjabat Komandan Satgas Intel Kopassus bolak-balik masuk Timor Portugis dengan menyamar sebagai penjual makanan. Perawakannya ramping dan mirip peranakan Cina serta mudah bergaul sehingga bisa masuk ke wilayah konflik.

“Saya dipanggil Aseng di sana,” kata Gatot dalam wawancara dengan Majalah Tempo pada 2009.

Di wilayah Bumi Loro Sae tersebut Gatot menjalin komunikasi dengan kekuatan politik lokal yang pro Indonesia, yakni Partai Uni Demokrasi Timor (UDT) dan  Associacao Popular Democratica de Timor Pro Referendo (Apodeti). Dia satu-satunya perwira yang berhasil masuk ke sarang Partai Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (Fretilin)dan berbicara langsung dengan petinggi gerilyawan Xanana Gusmao.

UDT dan Apodeti pro Indonesia. Sedangkan Fretilin memilih merdeka dari Portugis. 

Dalam peristiwa Balibo pada Oktober 1975, Gatot menyaksikan bagaimana lima jurnalis Australia tewas ditembak dalam serangan UDT-Apodeti bersama TNI terhadap Markas Fretilin.

 

 

Editor: 42

Sumber: Tempo

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply