banner 468x60

Megenang Pertempuran Serangan Umum 1 Maret Yang Dipimpin Langsung Panglima Besar Jendral Sudirman

 NASIONAL
banner 468x60

Panglima Besar Jenderal Soedirman bersama pasukan

Kandang Menjangan News –Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan peristiwa bersejarah yang tercatat pascakemerdekaan Indonesia. Tercatat dalam sejarah sebagai pembuktian masih eksisnya negara Indonesia tepatnya 1 Maret 1949, ribuan warga sipil bersama tentara melakukan penyerbuan di Yogyakarta. Serangan dilakukan secara serempak sejak pukul 06.00 WIB di pelbagai wilayah Yogya, yang kala itu menjadi ibu kota Republik Indonesia. Dalam kurun enam jam, serangan tersebut berhasil merepotkan¬†tentara Belanda.¬†

Peristiwa yang lantas masyhur dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret tersebut dilakukan di bawah komando. Serangan ini merupakan peristiwa kolosal. Tak hanya melibatkan militer, melainkan juga sipil bersenjata, meski tongkat komando tetap berada di tangan TNI yang kala itu dipimpin Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan respons militer Indonesia atas peristiwa Agresi Militer Belanda II yang terjadi sebelumnya, Serangan Umum ini digagas oleh Menteri Pertahanan, Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk mematahkan propaganda Belanda, dimana Belanda mengklaim Indonesia sudah musnah setelah Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948.

Gagasan Sri Sultan Hamengkubuwono IX itu kemudian diterima Panglima Jenderal Soedirman dan ditindaklanjuti dengan memerintahkan Letkol Soeharto untuk melaksanakan serangan kilat selama 6 jam.

Hasilnya, pada 1 Maret 1949 pagi, Belanda dikejutkan dengan serangan yg datang dari berbagai sudut mata angin Yogyakarta.

Sekitar pukul 06.00 WIB, sirine berbunyi dari segala penjuru kota, menandakan serangan mulai dilancarkan.

Letkol Soeharto saat itu menjabat sebagai Komandan Wehrkreise

Dalam penyerangan ini, Letkol Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Komandan Wehrkreise langsung memimpin pasukan dari sektor barat sampai ke batas Malioboro.

Sektor Timur dipimpin Ventje Sumual, sektor selatan dan timur dipimpim Mayor Sardjono. Sedangkan sektor utara dipimpin oleh Mayor Kusno. Untuk sektor kota sendiri ditunjuk Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki sebagai pimpinan.

TNI berhasil menduduki kota Yogyakarta selama 6 jam. Saat itu, perang sengit tak bisa dihindari dan terjadi hampir di setiap sudut juga ruas jalan yg ada di kota Yogyakarta.

Pertempuran demi pertempuran antara tentara Indonesia dan pasukan Belanda berkecamuk dengan dahsyat. Belanda yang saat itu kurang persiapan merasa terkejut dan tidak bisa memberi perlawanan yg berarti.

Setelah berhasil menguasai Ibu Kota Yogyakarta selama kurang lebih 6 jam, Letkol Soeharto kemudian menginstruksikan pasukannya untuk mengosongkan kota.

Berita kemenangan TNI ini kemudian menyebar hingga akhirnya sampai ke Washington D.C, Amerika Serikat. Amerika serikat yg pada saat itu merupakan sekutu Belanda memaksa untuk menyelesaikan masalah dengan Indonesia. Dan akhirnya mengaku kedaulatan Indonesia. Serta menyerahkan semua perlengkapan Militer ke TNI. (42)

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply