banner 468x60

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sedang mempelajari isu dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI)

 NASIONAL
banner 468x60

Kandang Menjangan News, -Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sedang mempelajari isu dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Prabowo tidak habis pikir ada yang tega mempermainkan uang prajurit dalam kasus ini, Hal tersebut disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Pertahanan Dahnil Anzhar Simanjuntak kepada awak media, Senin (13/1).

Dahnil menuturkan Prabowo Subianto saat ini mempelajari kasus tersebut sambil menunggu laporan lengkap dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan manajemen ASABRI serta hasil audit.

“Awal mendengar dan menerima laporan terkait kasus ASABRI, beliau tidak habis pikir ada yang tega mempermainkan uang prajurit,” ujar Dahnil via aplikasi WhatsApp.

Dahnil mengatakan total aset ASABRI yang mencapai Rp35 triliun lebih berasal dari potongan sebesar 4,75 persen dari gaji pokok setiap bulan prajurit TNI dan PNS TNI tiga matra maupun yang berada di Kementerian Pertahanan.

Terkait hal ini Prabowo Subianto meminta penindakan hukum yang tegas bila terbukti ada tindakan korupsi di ASABRI. “Di sisi lain bagi Menhan yang paling utama adalah dana prajurit tidak terganggu dan aman,” kata Dahnil.

Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Trenggono menuturkan Prabowo Subianto menginstruksikan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan untuk melakukan audit terhadap ASABRI. “Menhan Prabowo menginstruksikan Irjen Kemenhan untuk melakukan audit,” ujar Wahyu kepada Tribun Network, Senin (13/1).

Wahyu Trenggono menyatakan Kementerian Pertahanan prihatin atas isu dugaan kasus korupsi di ASABRI. “Kemenhan sangat prihatin atas kejadian itu. Kita minta kepada Irjen Kemenhan untuk melakukan audit terhadap ASABRI sekarang. Kita menunggu hasil audit dulu,” kata Wahyu.

Kementerian BUMN mengaku telah lama mengetahui permasalahan di ASABRI. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan saat ini pihaknya mengkaji apakah ada penurunan nilai aset ASABRI.

“Kita sedang lihat karena nilainya bergerak terus. Memang ada penurunan nilai di sisi sebelumnya. Kita sedang investigasi dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), kami belum lihat mulai sejak kapan, kelihatannya sudah cukup lama,” kata Kartika di Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1).

Kartika mengaku belum bisa mengonfirmasi isu dugaan korupsi senilai lebih dari Rp10 triliun yang diungkapkan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Kartika menyatakan Kementerian BUMN menunggu hasil audit. “Belum bisa jawab. Masih menunggu audit. Kajian ASABRI belum selesai,” ujar Kartika.

Kartika juga mengungkapkan kemungkinan adanya perubahan di manajemen ASABRI. Perubahan tersebut terkait dengan isu dugaan korupsi di perusahaan pelat merah tersebut. “Tahun ini (rombak manajemen, red). Belum tahu. Ini masih diskusi dengan Pak Menteri,” tutur Kartika.

Terkait isu kasus korupsi di ASABRI, Kartika menuturkan Menkopolhukam Mahfud MD akan memanggil Menteri BUMN Erick Thohir. Menurut Kartika dua instansi tersebut akan berkoordinasi terkait penyelesaian isu dugaan kasus korupsi di ASABRI. “Mungkin akhir pekan ini,” kata Kartika soal rencana pemanggilan tersebut.

Kartika menilai opsi penyelamatan keuangan ASABRI tidak bisa dilakukan secara bisnis melalui dana investor. Alasannya, ASABRI adalah asuransi sosial. “Untuk ASABRI ya tidak bisa karena ini asuransi sosial. Bukan asuransi business to business atau komersial,” pungkas Kartika.

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply