banner 468x60

Komnas HAM: Choirul Anam, Dibanding Melibatkan TNI Dalam Mengatasi Aksi Terorisme, Lebih Baik Melibatkan Psikolog, Guru, serta Kiyai

 SOSIAL
banner 468x60

Kandang Menjangan News, -Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam, berpendapat dibanding melibatkan TNI dalam mengatasi aksi terorisme, lebih baik melibatkan Psikolog, Guru, serta Kiyai.

“Lebih penting guru daripada TNI, dalam konteks pencegahan radikalisme. Lebih penting psikolog daripada TNI, dalam konteks misalnya pemulihan. Lebih penting kiayi daripada TNI dalam konteks melawan doktrin-doktrin, misalnya keagamaan,” papar Choirul, di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Bisa saja melibatkan TNI dalam penanganan terorisme, kata Choirul, jika mengancam kedaulatan negara dan institusi penegak hukum sudah tidak mampu lagi menanggulanginya.

“Dalam persfektif negara hukum dan HAM, pelibatan militer baru dilakukan ketika teror sudah mengancam kedaulatan negara dan institusi penegak hukum sudah tak bisa mengatasinya,” tutur Choirul.

Jadi dengan ditetapkan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 42 tahun 2019, tentang pembentukan Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopsus TNI) kata Choirul, akan mengindikasi paradigma lama tentang TNI di masa Orde Baru (Orba).

“Perpres ini mengindikasikan paradigma lama tumbuh kembang kembali. Tni mau masuk kedalam semua lini kehidupan kita kehidupan demokratis dan kehidupan penegakan hukum. Itu melanggar konstitusi itu melanggar uu TNI sendiri, itu yg paling bahaya,” tandasnya.

Editor: 42

Sumber: Akurat.co

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply