banner 468x60

TNI Amankan Pendemo Dijakarta Menggunakan Pendekatan Emosional

 SOSIAL
banner 468x60

Kandang Menjangan News, –Ratusan hingga Ribuan mahasiswa yang bertindak anarkis saat kericuhan di seputar DPR/MPR berhasil dipukul mundur. Salah satunya berkat peran aparat TNI yang saat itu turun langsung menemui massa, dengan pendekatan emosional.

Dandim 0501/JP BS Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan dirinya mengutamakan pendekatan dialog dan humanis kepada para mahasiswa yang saat itu tengah dalam suasana panas.

“Kami ini menyelematkan mereka dan masyarakat. Kalau mereka bertahan terus nanti yang berjalan proses hukum. Termasuk mereka bisa terganggu,” kata Wahyu saat berbincang dengan Wartawan di Jakarta, Rabu (25/9).

Wahyu melanjutkan, para mahasiswa sempat ngeyel dan kekeuh ingin bertahan sembari bertemu anggota Dewan menyampaikan aspirasi mereka.

“Mereka sempet ngeyel dan ingin ketemu. Saya minta mereka untuk pulang karena jam sudah malam. Di sini saya ingin selamatkan masyarakat dan mahasiswa sendiri karena tugas saya menjaga keamanan dan ketertiban,” imbuh Wahyu.

Bahkan, Wahyu sempat meminta para mahasiswa untuk menghargai kerja petugas yang berusaha menjaga keamanan ketertiban.

“Saya bilang mereka harus menghargai kami dan marinir. Mereka harus pulang. Mahasiswa harus bisa dipercaya oleh masyarakat. Kalau tak puas silahkan buat surat dan audiensi,” imbuh Wahyu.

Menurut Wahyu, mahasiswa mau menurut karena mereka sadar aksi mereka mengganggu ketertiban umum.

“Saya berikan apresiasi karena niat mereka baik. Saya sampaikan bahwa mereka niatnya baik. Kalau niatnya baik silahkan sampaikan dengan cara yang intelektual dan berkualitas. Karena mereka demo kan janjinya hanya 23 dan 24 September saja,” jelas Wahyu.

Wahyu sempat membawa pasukan BKO dari Korps Marinir menuju fly over Ladogi untuk menemui mahasiswa dan mengajak mereka untuk tenang.

“Situasi memang memanas di tengah-tengah massa namun kami tetap berusaha untuk bernegosiasi, mendengar dan meredam gejolak emosi jiwa-jiwa muda ini,” lanjut Wahyu.

Wahyu meyakinkan TNI dan Polri bukan musuh rekan mahasiswa, keberadaan aparat disini untuk mengamankan aksi dari pihak yang ingin memprovokasi, selama ini aksi unras berjalan dengan baik jadi jangan sampai ternoda karena ulah oknum yang mengatasnamakan mahasiswa. Pelan namun pasti ketegangan massa mahasiswa kemudian mencair, lewat dini hari massa kembali ke rumah masing-masing.

“Saya bersyukur tidak ada korban jiwa pada aksi ini, pembelajaran bagi kita semua bahwa mediasi atau komunikasi akan mencairkan suasana, terimakasih kepada masyarakat dan kalangan mahasiswa yang masih mendengar dan mau berkomunikasi dengan kami aparat TNI Polri sehingga situasi kembali kondusif,” tutur Wahyu Dandim.

Berdasarkan pantauan di lokasi demo pada Selasa (24/9), apa yang dilakukan personel TNI AD dan Marinir patut diacungi jempol. Mereka sama sekali tidak terpancing menghadapi mahasiswa yang beringas.

Tetap tegas namun kalem. Sama sekali tak ada pukulan atau tembakan dari pasukan ini. Mereka hanya bertahan sembari terus meminta mahasiswa tenang.

Bahkan, pasukan TNI memberi mahasiswa yang mulai kecapekan dan kehausan air mineral. “Terima kasih bapak TNI,” seru mahasiswa kepada Marinir dan TNI AD.

Jurus kalem TNI itu pun berhasil. Massa berangsur tenang. Bahkan, tak lama kemudian, mahasiswa bercengkrama dengan ratusan pasukan berpakaian loreng itu. Permintaan TNI agar para mahasiswa membubarkan diri akhirnya dituruti.

Wahyu mengatakan, sampai saat ini masih ada 300 personel TNI yang ditempatkan di Gedung DPR/MPR. Mereka dipersiapkan untuk membantu Polri.


“Situasi sudah kondusif. Masyarakat silahkan beraktifitas seperti biasa,” jelas Wahyu.

Seperti diketahui, gelombang aksi mahasiswa turun jalan mahasiswa berlanjut pada Selasa kemarin, 24 September 2019 setelah sebelumnya mereka juga melakukam aksi pada Senin 23 September 2019. Aksi bukan hanya dilakukan di daerah, tapi juga di Ibu Kota. Di Ibu Kota aksi mahasiswa digelar di depan Gedung DPR/MPR.

Akibat aksi ini, Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Tomang sempat ditutup. Namun pada malam harinya aksi berubah jadi keributan. Sejumlah fasilitas negara dirusak dan dibakar. Semisal ada Pos Lantas Slipi, Pos Lantas depan Kemenpora dan Pos Polisi Pal Merah. Ada juga bus dan jeep milik TNI yang dibakar

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply